Persiden
Penulis:
Wisran Hadi
Penyunting:
Dhewiberta
Penerbit:
Bentang Pustaka
Jumlah
Halaman: 396 halaman
Harga:
Rp.64000
ISBN:
9786028811392
-----------------------------------
Seberapa lama kita bisa menanggung sebuah rahasia
memalukan?
Tak ada yang tahu mengapa Cik Inan mendadak berubah
sikap, termasuk keempat saudara lelakinya. Penasaran, mereka berusaha mencari
tahu penyebabnya.
Namun, tak pernah terbayang jika rahasia Cik Inan akan
menyeret mereka ke masalah yang lebih rumit. Bukan hanya menyangkut
kelangsungan rumah bagonjong peninggalan leluhur mereka, tetapi juga nama baik
dan terutama rahasia-rahasia konyol yang tersembunyi rapat-rapat selama ini.
Persiden, salah satu karya unggulan DKJ 2010. Melalui
pergulatan sebuah keluarga di simpang Persiden, Wisran Hadi berusaha
menyampaikan konflik tradisi yang terjadi di Sumatra Barat. Kental dengan
nuansa Minangkabau, novel ini menggugat polah tingkah kita sehari-hari.
-----------------------------------
TENTANG PENULIS
Wisran Hadi lahir di Padang 27 Juli 1945. Nama
HADI kependekan dari nama ayahnya HAJI DARWAS IDRIS, Imam Besar Masjid Raya
Muhammadiyah Padang. Meskipun mengawali perjalanan kariernya dari dunia seni
lukis, Wisran Hadi lebih banyak dikenal sebagai seorang budayawan dan banyak
menulis karya sastra.
Beberapa karyanya antara lain Tamu, Orang-orang Blanti, Imam, Negeri Perempuan, Dari Tanah Tepi. Selain novel, Wisran Hadi juga menulis naskah drama. Sejumlah judul telah pula dibukukan, antara lain Empat Sandiwara Orang Melayu, Empat Lakon Perang Paderi, Wanita Terakhir (Puti Bungsu), Anggun Nan Tongga. Cerpen-cepennya diterbitkan ke dalam dua antologi: Daun-daun Mahoni Gugur Lagi dan Guru Berkepala Tiga. Adapun kumpulan puisinya diterbitkan dengan judul Simalakama.
Kualitas karya-karyanya tak perlu diragukan. Terbukti dari berbagai prestasi yang diraihnya. Selama lima tahun berturut-turut (1976-1980), menjadi pemenang Sayembara Penulisan Drama Indonesia oleh Dewan Kesenian Jakarta, dan kembali mengulanginya di tahun 1987 dan 1992. Tamu dinobatkan sebagai novel terbaik (Buku Utama) oleh IKAPI dan Dept. P dan K Jakarta, Jalan Lurus menjadi buku drama terbaik dalam Pertemuan Sastrawan Nusantara dan Mendapat Hadiah Sastra 1997 oleh Pusat Pengembangan Bahasa, Dept. P dan K Jakarta. Tak ketinggalan, Empat Sandiwara Orang Melayu mendapat hadiah sebagai buku drama Indonesia terbaik oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 2000 dan dipilih pula menjadi buku bacaan pelajar.
Beberapa karyanya antara lain Tamu, Orang-orang Blanti, Imam, Negeri Perempuan, Dari Tanah Tepi. Selain novel, Wisran Hadi juga menulis naskah drama. Sejumlah judul telah pula dibukukan, antara lain Empat Sandiwara Orang Melayu, Empat Lakon Perang Paderi, Wanita Terakhir (Puti Bungsu), Anggun Nan Tongga. Cerpen-cepennya diterbitkan ke dalam dua antologi: Daun-daun Mahoni Gugur Lagi dan Guru Berkepala Tiga. Adapun kumpulan puisinya diterbitkan dengan judul Simalakama.
Kualitas karya-karyanya tak perlu diragukan. Terbukti dari berbagai prestasi yang diraihnya. Selama lima tahun berturut-turut (1976-1980), menjadi pemenang Sayembara Penulisan Drama Indonesia oleh Dewan Kesenian Jakarta, dan kembali mengulanginya di tahun 1987 dan 1992. Tamu dinobatkan sebagai novel terbaik (Buku Utama) oleh IKAPI dan Dept. P dan K Jakarta, Jalan Lurus menjadi buku drama terbaik dalam Pertemuan Sastrawan Nusantara dan Mendapat Hadiah Sastra 1997 oleh Pusat Pengembangan Bahasa, Dept. P dan K Jakarta. Tak ketinggalan, Empat Sandiwara Orang Melayu mendapat hadiah sebagai buku drama Indonesia terbaik oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 2000 dan dipilih pula menjadi buku bacaan pelajar.
wah kayaknya bukunya menarik deh, jadi pingin beli. tapi kantong lagi kering -___-

No comments:
Post a Comment