kalian kesel nggak? kalau misal kalian suka sama anak, lalu anaknya itu suka sama orang lain. pastinya ya...
kalian capek nggak? harus berpura-pura baik baik aja, padahal kenapa-napa. pasti capek.
kalian sakit nggak? kalau kalian harus terima kenyataan yang nggak pernah kalian harapin. misal, orang yang kamu suka itu jadian sama sahabat kamu sendiri. misal, orang yang kamu suka itu jadian sama teman kamu. mungkin kalian mikir itu sakit banget.
tapi mungkin kalian akan senang, kalau orang yang kamu sukai itu juga suka sama kamu. yap, enangnya bukan kepalang. tapi kadang kenyataan itu nggak sesuai dengan apa yang kita harapkan, dan bisa membuat kita nangis, kesel atau apa lah pokoknya yang jelek2.
kalau nggak mau sakit hati, kesel atau capek berpura-pura, ngapain suka sama orang, mending nggak suka siapa2, lebih enak kan? nggak kenal sama yang namanya sakit hati. yang terdengar nggak enak di telinga.
apa yang akan kamu lakukan kalau kamu tau, orang yang kamu sukai itu jadian sama orang lain?
gimana ekspresimu , jika orang yang kamu suka itu ternyata cuman ingin ngetes kamu?
apa yang kamu lakuin bila sahabatmu sendiri ternyata suka sama orang yang kamu suka?
gimana caranya supaya orang yang kamu suka nggak akan pernah tau kalau kamu suka sama dia? kalau aku sih, diam saja, pura-pura tidak terjadi apa-apa, pura-pura nggak ada apa-apa, biasa saja di depan orang itu walaupun didalamnya otak lagi perang sama hati. bwahahahahhaahaha...., ini postingan bodoh yang nggak perlu dijawab, sebenarnya aku nggak suka posting yang kayak beginian, saking aku lagi broken aja. jadi iseng :P x) ■□●○⊙·¤ :(
Wednesday, June 19, 2013
dunia harus tau
Thursday, June 13, 2013
like a sun and earth
Huft! sebenarnya sih aku paling benci soal hal yang satu ini, "tell about love" . ugh.. aku paling nggak suka sama hal yang punya satu kata "LOVE". apa itu? aku sendiri nggak mengerti apa artinya itu. tapi nggak apalah, galau galau sedikit :)
ini membingungkan sih, pernah nggak sih dengar kata-kata "i love you because you love me" . ugh.. mungkin kebanyakan dari kalian pernah mendengarnya. ya termasuk aku. zzz..... aku nggak suka sama kata-kata itu, rasanya seperti memaksa kehendak sekali. aneh buat aku. tapi karena aku nggak tau apa-apa jadi ya aku hanya bisa diam. aku punya sebuah cerita yang mungkin pernah terjadi sama kalian. di baca ya!
Keterangan:
Rana sebagai aku
Nathan sebagai cowok yang disukai Rana
Hilton sebagai sahabat terdekat Rana
Robert sebagai sahabat terdekat Nathan
Jason & Jacob sebagai anak kembar yang dekat dengan Nathan
Raisha sebagai cewek yang di sukai Nathan
Like a Sun and Earth
Aku Rana Simphony. entah kenapa nama aku ada Simphony nya. tapi aku senang akan hal itu. 6 tahun yang lalu aku masih duduk di bangku SMA kelas satu, dan aku masih mengingat-ingat semua kejadian konyol yang pernah terjadi. antara aku, Hilton, Raisha, Nathan, dan Robert. entah apa yang terjadi dulu, tapi semua itu benar-benar konyol. aku ceritakan secara rinci.
dulu aku pernah suka sama Nathan Jasonc. karena dia itu baik, gitaris kece, pintar, bisa ngelukis orang. intinya dia itu special, kalau aku lagi ngomong sama dia, pasti aku langsung speechless. tapi aku tau sebuah kenyataan PAHIT. dulu, sebelum aku suka sama dia atau sebelum aku sadar kalau aku suka sama dia. Dia pernah suka sama Raisha, ya memang, Raisha itu baik, cantik, pintar, bisa ngelukis, tapi dia suka lagu-lagu lokal serta artis-artis lokal. padahal Nathan sukanya lagu-lagu barat.
Aku pernah tanya sama Robert apa Nathan masih suka sama Raisha saat 4 bulan setelah aku tau kalau ternyata Nathan suka sama Raisha. tapi 4 bulan yang lalu aku belum suka/ nggak sadar kalau aku suka Nathan. Robert bilang, katanya Nathan sudah nggak suka sama Raisha. karena mungkin gara-gara Nathan tau kalau Raisha pernah pacaran sama Robert. ah kasian banget lah Nathan nya, serasa kayak di khianati Robert banget. tapi aku masih nggak percaya sama omongan Robert, karena satu hal yang aku tau kalau Nathan masih sering ngelirik kearah Raisha. ah entah apa yang terjadi, dulu itu benar-benar memusingkan.
suatu hari, tiba-tiba Robert itu mentraktir aku di restoran favorit aku, tapi dia tau dari mana ya? ketika ku tanya, katanya tau dari Nathan. Nathan? bukannya dia enggak care banget sama aku ya? dia kan cuek. terus tiba-tiba Robert bilang kalau sepertinya Nathan juga suka sama aku. haha,,,, itu terdengar konyol sekali. Sampai kapanpun aku tetap nggak percaya sama omongan Robert soal hal itu.
Hingga hari ini, aku masih bingung soal Nathan. aku merasa sering melihat Nathan di London, karena sekarang aku lagi kuliah di Oxford, dan kadang-kadang aku pergi ke London buat jalan-jalan sambil iseng-iseng gitu. aku jadi ingat masa SMA aku soalnya besok aku ada Reuni SMA. semoga saja aku bertemu dengan Nathan lagi, dan itu bakalan jadi flashback buat aku. tapi buat dia tidak. karena baginya, aku nggak ada apa-apanya. menurutnya mungkin aku hanya seorang anak ingusan yang nggak ngerti soal love and live. karena aku terlalu kekanakan menurutnya.
saat reuni.
kenyataan dari pernyataan yang salah. hari ini aku benar-benar bertemu dengan Nathan yang asli. ternyata, Nathan yang sering kulihat di London memang Nathan teman SMAku. tiba-tiba saja dia menyapaku dengan senyuman manis di wajahnya. dia bilang padaku, "Hai apa kabar, kita sudah lama ya nggak ketemu, tapi aku merasa sering melihatmu tapi entah dimana." saat dia bilang seperti itu aku langsung speechless. nggak tau harus ngomong apa. "Ng.... ng.... aku.... bbbaaa.....iii...kkk sekali. kamu... aaapppaaa.. ka-bbaa-rr?" jawabku seperti itu, ya seperti orang yang gugup. tapi jujur aku memang gugup.
sejak saat itu aku jadi akrab sama Nathan. hehe....
ini membingungkan sih, pernah nggak sih dengar kata-kata "i love you because you love me" . ugh.. mungkin kebanyakan dari kalian pernah mendengarnya. ya termasuk aku. zzz..... aku nggak suka sama kata-kata itu, rasanya seperti memaksa kehendak sekali. aneh buat aku. tapi karena aku nggak tau apa-apa jadi ya aku hanya bisa diam. aku punya sebuah cerita yang mungkin pernah terjadi sama kalian. di baca ya!
Keterangan:
Rana sebagai aku
Nathan sebagai cowok yang disukai Rana
Hilton sebagai sahabat terdekat Rana
Robert sebagai sahabat terdekat Nathan
Jason & Jacob sebagai anak kembar yang dekat dengan Nathan
Raisha sebagai cewek yang di sukai Nathan
Like a Sun and Earth
Aku Rana Simphony. entah kenapa nama aku ada Simphony nya. tapi aku senang akan hal itu. 6 tahun yang lalu aku masih duduk di bangku SMA kelas satu, dan aku masih mengingat-ingat semua kejadian konyol yang pernah terjadi. antara aku, Hilton, Raisha, Nathan, dan Robert. entah apa yang terjadi dulu, tapi semua itu benar-benar konyol. aku ceritakan secara rinci.
dulu aku pernah suka sama Nathan Jasonc. karena dia itu baik, gitaris kece, pintar, bisa ngelukis orang. intinya dia itu special, kalau aku lagi ngomong sama dia, pasti aku langsung speechless. tapi aku tau sebuah kenyataan PAHIT. dulu, sebelum aku suka sama dia atau sebelum aku sadar kalau aku suka sama dia. Dia pernah suka sama Raisha, ya memang, Raisha itu baik, cantik, pintar, bisa ngelukis, tapi dia suka lagu-lagu lokal serta artis-artis lokal. padahal Nathan sukanya lagu-lagu barat.
Aku pernah tanya sama Robert apa Nathan masih suka sama Raisha saat 4 bulan setelah aku tau kalau ternyata Nathan suka sama Raisha. tapi 4 bulan yang lalu aku belum suka/ nggak sadar kalau aku suka Nathan. Robert bilang, katanya Nathan sudah nggak suka sama Raisha. karena mungkin gara-gara Nathan tau kalau Raisha pernah pacaran sama Robert. ah kasian banget lah Nathan nya, serasa kayak di khianati Robert banget. tapi aku masih nggak percaya sama omongan Robert, karena satu hal yang aku tau kalau Nathan masih sering ngelirik kearah Raisha. ah entah apa yang terjadi, dulu itu benar-benar memusingkan.
suatu hari, tiba-tiba Robert itu mentraktir aku di restoran favorit aku, tapi dia tau dari mana ya? ketika ku tanya, katanya tau dari Nathan. Nathan? bukannya dia enggak care banget sama aku ya? dia kan cuek. terus tiba-tiba Robert bilang kalau sepertinya Nathan juga suka sama aku. haha,,,, itu terdengar konyol sekali. Sampai kapanpun aku tetap nggak percaya sama omongan Robert soal hal itu.
Hingga hari ini, aku masih bingung soal Nathan. aku merasa sering melihat Nathan di London, karena sekarang aku lagi kuliah di Oxford, dan kadang-kadang aku pergi ke London buat jalan-jalan sambil iseng-iseng gitu. aku jadi ingat masa SMA aku soalnya besok aku ada Reuni SMA. semoga saja aku bertemu dengan Nathan lagi, dan itu bakalan jadi flashback buat aku. tapi buat dia tidak. karena baginya, aku nggak ada apa-apanya. menurutnya mungkin aku hanya seorang anak ingusan yang nggak ngerti soal love and live. karena aku terlalu kekanakan menurutnya.
kenyataan dari pernyataan yang salah. hari ini aku benar-benar bertemu dengan Nathan yang asli. ternyata, Nathan yang sering kulihat di London memang Nathan teman SMAku. tiba-tiba saja dia menyapaku dengan senyuman manis di wajahnya. dia bilang padaku, "Hai apa kabar, kita sudah lama ya nggak ketemu, tapi aku merasa sering melihatmu tapi entah dimana." saat dia bilang seperti itu aku langsung speechless. nggak tau harus ngomong apa. "Ng.... ng.... aku.... bbbaaa.....iii...kkk sekali. kamu... aaapppaaa.. ka-bbaa-rr?" jawabku seperti itu, ya seperti orang yang gugup. tapi jujur aku memang gugup.
sejak saat itu aku jadi akrab sama Nathan. hehe....
THE END
HEHEHE... MAAF PAKAI BANGET. kalau cerita aku singkat pakai banget. ah kata-kataku mbulet. kayak puisi bersajak ya "Banget, Banget, Mbulet". dan sorry kalau memang ada kesamaan dengan cerita-cerita anda semua. terima kasih.
SALAM DARI PENULIS BEST SELLER :p
Wednesday, June 12, 2013
like a bullshit
seandainya setiap orang itu bisa ngerasain apa yang di rasain orang lain pasti enak. dulu, waktu kecil aku sering berpikir bahwa ibu atau ayahku itu bisa tau apa yang sedang aku omongin dalam hati atau yang sedang aku pikirkan di otak. tetapi pernyataanku itu salah besar. ternyata mereka jelas banget nggak bisa tau apa yang aku rasain atau yang aku pikirin. ah biasalah, pemikiran anak kecil. sedikit konyol tapi seru :))
Hm,.... dulu aku sering berpikiran, bahwa kita hidup di dunia itu saling melengkapi satu sama lain. jadi maksudnya adalah, saat kita merasa sendirian itu sebenarnya kita nggak sendirian, dan ketika kita meninggal nantinya, kita itu di temenin sama orang-orang terdekat kita. jadi saling melengkapi. wajarlah pemikiran anak kecil, umurnya masih 7 tahun. satu lagi pemikiranku yaitu, nantinya kita itu meninggal secara berurutan. dari yang tua misal umurnya 90 tahun, nah nantinya itu kita juga bakalan meninggal pada umur 90 tahun, jadi umurnya sama semua. maka dari itu yang sudah tua mati duluan. Ng....... mungkin kalian bakalan mikir dulu kali ya! kenyataannya nggak kayak gitu tau! itu hanya pemikiranku waktu aku masih kecil. tapi sekarang jelas sudah beda.
ini pemikiran baru aku: kenapa kita kok dituntut harus dapat nilai bagus? sebenarnya nilai ulangan itu untuk apa? nilai ulangan kan cuma untuk mengetahui sejauh mana kita mengerti tentang pelajaran yang sudah kita dapat. tetapi kenapa kalau nilai ulangan kita jelek kok kita minder? kok kita malah dimarahin sama orang tua kita? aku pernah denger pernyataan salah satu sahabat ku SD. kalau dapat nilai jelek dia selalu dimarahi, maka dari itu cara yang paling mudah untuk mendapatkan nilai ulangan yang bagus hanyalah dengan mencontek. Yup, itulah yang dia lakukan. hingga aku terjerumus ikut-ikutan dia. tapi hal ini hanya terjadi saat kita kelas 3. itu yang paling FRONTAL! dia pernah bilang ke aku begini, "Nggak apa kan kalau nyontek demi kebaikan."
Kebaikan? kebaikan apanya? yang namanya nyontek dimana-mana itu nilainya BURUK lah. nggak ada yang baik. aneh memang. makanya sekarang ajang menyontek itu populer banget di Indonesia. hahaha,..... <<------ GILA
pemikiran kedua, kenapa ya. kebanyakan sahabat-sahabat aku di SMP ini banyak yang nggak suka sama pelajaran seni musik? mungkin karena gurunya ya! iya mungkin. padahal bagiku musik itu seru loh :)) waktu kita bosan, sedih, senang. paling enak dan nyaman ya hanya mendengarkan musik. kan pendapat orang berbeda-beda ya! jadi nggak bisa di paksain. okey!
WAH TERIMA KASIH KAWAN! SUDAH BACA ARTIKEL AKU, SEMOGA BERMANFAAT!
"Berimajinasilah seperti anak kecil, karena menjadi anak kecil itu benar-benar menyenangkan, kamu bisa mengungkapkan ekspresimu sebebas mungkin, sesuka kamu. tidak kenal takut dan malu"
Hm,.... dulu aku sering berpikiran, bahwa kita hidup di dunia itu saling melengkapi satu sama lain. jadi maksudnya adalah, saat kita merasa sendirian itu sebenarnya kita nggak sendirian, dan ketika kita meninggal nantinya, kita itu di temenin sama orang-orang terdekat kita. jadi saling melengkapi. wajarlah pemikiran anak kecil, umurnya masih 7 tahun. satu lagi pemikiranku yaitu, nantinya kita itu meninggal secara berurutan. dari yang tua misal umurnya 90 tahun, nah nantinya itu kita juga bakalan meninggal pada umur 90 tahun, jadi umurnya sama semua. maka dari itu yang sudah tua mati duluan. Ng....... mungkin kalian bakalan mikir dulu kali ya! kenyataannya nggak kayak gitu tau! itu hanya pemikiranku waktu aku masih kecil. tapi sekarang jelas sudah beda.
ini pemikiran baru aku: kenapa kita kok dituntut harus dapat nilai bagus? sebenarnya nilai ulangan itu untuk apa? nilai ulangan kan cuma untuk mengetahui sejauh mana kita mengerti tentang pelajaran yang sudah kita dapat. tetapi kenapa kalau nilai ulangan kita jelek kok kita minder? kok kita malah dimarahin sama orang tua kita? aku pernah denger pernyataan salah satu sahabat ku SD. kalau dapat nilai jelek dia selalu dimarahi, maka dari itu cara yang paling mudah untuk mendapatkan nilai ulangan yang bagus hanyalah dengan mencontek. Yup, itulah yang dia lakukan. hingga aku terjerumus ikut-ikutan dia. tapi hal ini hanya terjadi saat kita kelas 3. itu yang paling FRONTAL! dia pernah bilang ke aku begini, "Nggak apa kan kalau nyontek demi kebaikan."
Kebaikan? kebaikan apanya? yang namanya nyontek dimana-mana itu nilainya BURUK lah. nggak ada yang baik. aneh memang. makanya sekarang ajang menyontek itu populer banget di Indonesia. hahaha,..... <<------ GILA
pemikiran kedua, kenapa ya. kebanyakan sahabat-sahabat aku di SMP ini banyak yang nggak suka sama pelajaran seni musik? mungkin karena gurunya ya! iya mungkin. padahal bagiku musik itu seru loh :)) waktu kita bosan, sedih, senang. paling enak dan nyaman ya hanya mendengarkan musik. kan pendapat orang berbeda-beda ya! jadi nggak bisa di paksain. okey!
WAH TERIMA KASIH KAWAN! SUDAH BACA ARTIKEL AKU, SEMOGA BERMANFAAT!
"Berimajinasilah seperti anak kecil, karena menjadi anak kecil itu benar-benar menyenangkan, kamu bisa mengungkapkan ekspresimu sebebas mungkin, sesuka kamu. tidak kenal takut dan malu"
Subscribe to:
Comments (Atom)