Monday, October 14, 2013

PAHITNYA HIDUP

Namaku Alya Raissa, aku biasa dipanggil Alra. Aku punya kakak namanya Denisa Alraissa. Panggil aja kak Raissa. Beda umur kami hanya 2 tahun. Sekarang aku kelas 3 SMP sedangkan kak Raissa kelas 2 SMA. Dia selalu jadi kakak yang baik dan teman curhat yang baik saat dirumah , walau kadang juga ngeselin.
Biasanya, aku dan kak Raissa berangkat bareng, tapi hari ini lagi enggak. Karena kak Raissa harus berangkat pagi-pagi sekali karena ada piket pagi, dan dia bawa kendaraan sendiri. Dia juga nanti bakalan pulang telat, yang aslinya jam 3 jadi jam 4 karena ada tugas kelompok. “Dek, kakak berangkat duluan ya, kamu mau bareng nggak?” Tanya kak Raissa.
“Enggak deh kak, masih kepagian.” Jawabku sambil melirik kearah jam tangan yang sedang kupakai, masih menunjukkan pukul 05.30
“Oke, kakak berangkat dulu ya, kamu nanti pulang jam berapa? Barangkali kakak bisa jemput kamu disekolah. Terus nanti sekalian ke mall bareng temen-temen kakak.” Tanya kak Raissa lagi.
“Kisaran jam setengah lima mungkin kak.” Jawabku singkat.
“Okede” sahut kakak, lalu pamit ke mama dan papa. “Ma, Pa, Raissa berangkat dulu ya, Raissa sayang mama dan papa. Assalamualaikum.”
“Waalaikum salam.” Jawab aku, mama dan papa. Walaupun kak Raissa nggak ngucapin salam ke aku, tapi tetap saja aku harus membalasnya, karena menjawab salam itu wajib. Nggak biasanya juga kak Raissa bilang ‘aku sayang mama dan papa’ biasanya dia langsung pergi gitu aja. Sudahlah biarkan.
Kemudian aku diantar papa naik mobil sambil sekalian papa berangkat kerja. “Pa, nggak biasanya ya kak Raissa bilang ‘Aku sayang mama dan papa’?” ujarku.
“Ya lebih bagus kan dek?” seru papa.
Aku hanya tersenyum membalas ucapan papa, tapi tetap saja, perasaanku agak nggak enak.
Sesampaiku disekolah, aku baru ingat kalau aku belum mengerjakan pr biologi yang dikasih Miss Helina minggu kemarin. Ah semoga nanti Miss Helina ada acara atau apa gitu pokoknya sibuk deh dan nggak masuk kelas.
Ternyata doaku terkabulkan. Hari ini Miss Helina sedang ada tugas ke luar kota, jadi tugasnya nggak dikumpulin hari ini, tapi minggu depan. Daripada aku nggak ngapa-ngapain jadi aku gunakan jam kosong ini untuk tidur.
Saat aku tertidur, aku bermimpi hal menyeramkan. Aku bermimpi, kak Raissa ditabrak mobil ketika menyeberang jalan, dan kepalanya berdarah. Aku takut, karena mimpi itu seperti kenyataan. Tak lama kemudian akhirnya aku berhasil terbangun dari mimpi burukku itu.
“Semoga nggak kejadian beneran, semoga enggak. Amin.” Gumamku.
Saat pulang sekolah, aku mengirim sms ke kak Raissa kalau aku pulang jam 4. Nggak jadi setengah 5, karena hari ini ada rapat guru satu sekolah. Aku menunggu kak Raissa nyaris setengah jam, padahal kak Raissa sudah membalas pesan yang aku kirim ke dia. Tapi aku masih sabar menunggu. Hingga akhirnya aku lihat jam, jam menunjukkan pukul 5 sore. Tapi kak Raissa juga tak kunjung datang. Tetapi didepan sekolah aku lihat sepertinya itu mobil papa. Kok jadi papa yang jemput aku?
Aku berlari menuju mobil papa. Dengan segera aku masuk kedalamnya, “Lho pa, kok papa yang jemput? Kak Raissa mana?” Tanyaku gelisah.
“Sudah ayo naik, ikut papa ke suatu tempat.” Jawab papa. Tetapi dengan jawaban papa yang seperti itu, membuatku makin gelisah. Aku masuk kedalam mobil, lalu papa menancap gas dengan kecepatan yang tak pernah papa buat sebelumnya.
“Pa, kok ngebut amat sih? Ada apa emangnya?” Tanyaku heran.
“Nggak ada apa-apa. Papa cumin ingin ngebut aja.” Jawab papa singkat.
Tak lama kemudian, papa berhenti dan memasuki lapangan parkir rumah sakit Angkasa, “Pa, siapa yang sakit? Kok ke rumah sakit?” tanyaku bingung.
Papa menghela nafas, lalu menjawab pertanyaanku, “Sudah, ikut papa aja.”
Kemudian aku mengikuti papa memasuki daerah ruang inap mawar. “Pa, siapa sih pa yang sakit?” tanyaku dengan sedikit menghertak. Tapi papa tak menjawab. Kemudian ada suster yang lewat, kemudian papa tanya sesuatu ke suster tersebut. “Sus, pasien yang bernama Denisa Alraissa dipindahkan diruang mana ya?” tanya papa ke suster tersebut. Seketika aku langsung shock. “Pa? KAK RAISSA SAKIT APA PA?” tanya ku dengan bentakan keras.
Papa menghela nafas, lalu menjawab, “Tadi kakakmu di tabrak mobil waktu mau jemput kamu. Dia naik sepeda motor sama temannya, tetapi temannya nggak kenapa-kenapa, cumin kakakmu aja yang sakit.”
Aku langsung diam tak bersuara, ternyata itu alasan kak Raissa tak kunjung datang hingga satu jam lamanya. Aku sedih, bingung,juga ketakutan. Semuanya nggak jelas. Kemudian aku ikut papa ke ruang ICU. Kak Raissa dipindahkan ke ruang ICU, karena dia koma. Dan dia koma selama 2 bulan. Selama dia koma, aku merasa kesepian.
Tak lama setelah ia sadar dan sudah bisa bercanda denganku, papa, mama dan teman-teman yang menjenguknya, ternyata ada gangguan di kedua ginjalnya. Jika, kerusakan tersebut tidak segera ditangani, kak Raissa bisa saja meninggal. Dan kak Raissa membutuhkan cangkok ginjal.
Dokter menyarankan papa untuk mencari donor ginjal yang pas untuk kak Raissa, tetapi setelah papa keliling ke ratusan rumah sakit, ternyata papa tak juga mendapatkan ginjal yang pas untuk kak Raissa, akhirnya ginjal papa dan mama diperiksa untuk dicocokkan dengan ginjal kak Raissa. Tetapi ternyata ginjal mereka nggak cocok dengan punya kak Raissa.
Kemudian aku terlintas sebuah ide. Aku nggak mau kehilangan kak Raissa, tanpa kak Raissa dirumah, rasanya hampa, rumahku terasa seperti rumah hantu tak berpenghuni tanpa canda tawa kak Raissa. Aku mengusulkan ke papa, agar ginjalku saja yang didonorkan ke kak Raissa. Tapi seketika itu papa dan mama langsung memarahiku. Tetapi aku tetap memohon agar dibolehkan. Jawabannya tetap sama, “TIDAK!!!” dengan tanda seru yang banyak.
“Kamu tau akibatnya punya satu ginjal saja? Nggak enak. Papa sama mama nggak mau kalau papa dan mama punya dua anak yang ginjalnya cuman satu. Sedih nak, sedih.” Nasehat papa.
“Tapi papa sama mama lebih nggak mau kalau papa sama mama kehilangan kak Raissa kan? Lebih baik ginjal aku aja yang didonorin buat kak Raissa. Pa, aku juga nggak mau kehilangan kak Raissa.”
Tetapi papa tetap saja bilang tidak bisa.
Malam hari tiba, dirumah aku sendirian, karena papa sama mama menemani kak Raissa dirumah sakit. Dokter memvonis kak Raissa, jika kak Raissa tidak segera mendapatkan donor ginjal dalam kurun waktu 7 hari, maka bisa jadi kak Raissa akan meninggal.
Karena aku tak mau kejadian tersebut terjadi dengan kak Raissa, akhirnya diam-diam aku izin ke dokter untuk mengetes kecocokan ginjalku dengan kak Raissa, ternyata hasilnya cocok. Akhirnya kak Raissa mendapatkan donor ginjal. Tetapi dokter tidak bilang siapa yang mendonorkan ginjal tersebut ke papa ataupun mama, karena aku takut mereka memarahiku.
Operasi berjalan dengan lancar, akhirnya kak Raissa sembuh dalam kurun waktu 2 minggu, aku ikut senang. Walau aku dan kak Raissa hanya hidup dengan satu ginjal, tetapi kita tak akan pernah berhenti untuk saling menyayangi. Karena satu ginjal milik kak Raissa adalah satu ginjal milikku. Hingga saat ini, papa dan mama nggak tau kalau aku yang mendonorkan ginjal tersebut kepada kak Raissa, semoga saja mereka nggak akan pernah tau, kalau aku yang mendonorkannya. Kalau tau, mereka pasti akan memarahiku.


THE END

Friday, July 26, 2013

BOLPOINKU HILANG

HUaaaa.... aku nangis, bolpoin ku hilang di kelas....... padahal sebelum istirahat itu aku naruh bolpoin drawing pen 0,6 ku di atas bangku mejaku, tapi setelah istirahat, tiba-tiba ia menghilang. aku cari di bawah juga nggak ada, kan barangkali jatuh, tapi aku cari sampek pelosok dunia pun aku nggak nemu. padahal isinya masih banyak ya Allah. bolpoinnya juga langka banget. *lebay. ditoko buku banyak kali* maksudnya langka itu, belinya harus di toko buku, kalo toko deket rumah aku nggak ada mah. tapi tintanya masih -banyak, kan eman. padahal mau tak pake nggambar. jadi BT seharian ini -,-

Wednesday, June 19, 2013

dunia harus tau

kalian kesel nggak? kalau misal kalian suka sama anak, lalu anaknya itu suka sama orang lain. pastinya ya...
kalian capek nggak? harus berpura-pura baik baik aja, padahal kenapa-napa. pasti capek.
kalian sakit nggak? kalau kalian harus terima kenyataan yang nggak pernah kalian harapin. misal, orang yang kamu suka itu jadian sama sahabat kamu sendiri. misal, orang yang kamu suka itu jadian sama teman kamu. mungkin kalian mikir itu sakit banget.
tapi mungkin kalian akan senang, kalau orang yang kamu sukai itu juga suka sama kamu. yap, enangnya bukan kepalang. tapi kadang kenyataan itu nggak sesuai dengan apa yang kita harapkan, dan bisa membuat kita nangis, kesel atau apa lah pokoknya yang jelek2.
kalau nggak mau sakit hati, kesel atau capek berpura-pura, ngapain suka sama orang, mending nggak suka siapa2, lebih enak kan? nggak kenal sama yang namanya sakit hati. yang terdengar nggak enak di telinga.
apa yang akan kamu lakukan kalau kamu tau, orang yang kamu sukai itu jadian sama orang lain?
gimana ekspresimu , jika orang yang kamu suka itu ternyata cuman ingin ngetes kamu?
apa yang kamu lakuin bila sahabatmu sendiri ternyata suka sama orang yang kamu suka?
gimana caranya supaya orang yang kamu suka nggak akan pernah tau kalau kamu suka sama dia? kalau aku sih, diam saja, pura-pura tidak terjadi apa-apa, pura-pura nggak ada apa-apa, biasa saja di depan orang itu walaupun didalamnya otak lagi perang sama hati. bwahahahahhaahaha...., ini postingan bodoh yang nggak perlu dijawab, sebenarnya aku nggak suka posting yang kayak beginian, saking aku lagi broken aja. jadi iseng :P x) ■□●○⊙·¤ :(

Thursday, June 13, 2013

like a sun and earth

         Huft! sebenarnya sih aku paling benci soal hal yang satu ini, "tell about love" . ugh.. aku paling nggak suka sama hal yang punya satu kata "LOVE". apa itu? aku sendiri nggak mengerti apa artinya itu. tapi nggak apalah, galau galau sedikit :)
       
         ini membingungkan sih, pernah nggak sih dengar kata-kata "i love you because you love me" . ugh.. mungkin kebanyakan dari kalian pernah mendengarnya. ya termasuk aku. zzz..... aku nggak suka sama kata-kata itu, rasanya seperti memaksa kehendak sekali. aneh buat aku. tapi karena aku nggak tau apa-apa jadi ya aku hanya bisa diam. aku punya sebuah cerita yang mungkin pernah terjadi sama kalian. di baca ya!
       
Keterangan:
Rana                  sebagai aku
Nathan               sebagai cowok yang disukai Rana
Hilton                sebagai sahabat terdekat Rana
Robert               sebagai sahabat terdekat Nathan
Jason & Jacob  sebagai anak kembar yang dekat dengan Nathan
Raisha              sebagai cewek yang di sukai Nathan

Like a Sun and Earth
         
       Aku Rana Simphony. entah kenapa nama aku ada Simphony nya. tapi aku senang akan hal itu. 6 tahun yang lalu aku masih duduk di bangku SMA kelas satu, dan aku masih mengingat-ingat semua kejadian konyol yang pernah terjadi. antara aku, Hilton, Raisha, Nathan, dan Robert. entah apa yang terjadi dulu, tapi semua itu benar-benar konyol. aku ceritakan secara rinci.
    dulu aku pernah suka sama Nathan Jasonc. karena dia itu baik, gitaris kece, pintar, bisa ngelukis orang. intinya dia itu special, kalau aku lagi ngomong sama dia, pasti aku langsung speechless. tapi aku tau sebuah kenyataan PAHIT. dulu, sebelum aku suka sama dia atau sebelum aku sadar kalau aku suka sama dia. Dia pernah suka sama Raisha, ya memang, Raisha itu baik, cantik, pintar, bisa ngelukis, tapi dia suka lagu-lagu lokal serta artis-artis lokal. padahal Nathan sukanya lagu-lagu barat.
    Aku pernah tanya sama Robert apa Nathan masih suka sama Raisha saat 4 bulan setelah aku tau kalau ternyata Nathan suka sama Raisha. tapi 4 bulan yang lalu aku belum suka/ nggak sadar kalau aku suka Nathan. Robert bilang, katanya Nathan sudah nggak suka sama Raisha. karena mungkin gara-gara Nathan tau kalau Raisha pernah pacaran sama Robert. ah kasian banget lah Nathan nya, serasa kayak di khianati Robert banget. tapi aku masih nggak percaya sama omongan Robert, karena satu hal yang aku tau kalau Nathan masih sering ngelirik kearah Raisha. ah entah apa yang terjadi, dulu itu benar-benar memusingkan. 
     suatu hari, tiba-tiba Robert itu mentraktir aku di restoran favorit aku, tapi dia tau dari mana ya? ketika ku tanya, katanya tau dari Nathan. Nathan? bukannya dia enggak care banget sama aku ya? dia kan cuek. terus tiba-tiba Robert bilang kalau sepertinya Nathan juga suka sama aku. haha,,,, itu terdengar konyol sekali. Sampai kapanpun aku tetap nggak percaya sama omongan Robert soal hal itu.
     Hingga hari ini, aku masih bingung soal Nathan. aku merasa sering melihat Nathan di London, karena sekarang aku lagi kuliah di Oxford, dan kadang-kadang aku pergi ke London buat jalan-jalan sambil iseng-iseng gitu. aku jadi ingat masa SMA aku soalnya besok aku ada Reuni SMA. semoga saja aku bertemu dengan Nathan lagi, dan itu bakalan jadi flashback buat aku. tapi buat dia tidak. karena baginya, aku nggak ada apa-apanya. menurutnya mungkin aku hanya seorang anak ingusan yang nggak ngerti soal love and live. karena aku terlalu kekanakan menurutnya.
     
    saat reuni.
kenyataan dari pernyataan yang salah. hari ini aku benar-benar bertemu dengan Nathan yang asli. ternyata, Nathan yang sering kulihat di London memang Nathan teman SMAku. tiba-tiba saja dia menyapaku dengan senyuman manis di wajahnya. dia bilang padaku, "Hai apa kabar, kita sudah lama ya nggak ketemu, tapi aku merasa sering melihatmu tapi entah dimana." saat dia bilang seperti itu aku langsung speechless. nggak tau harus ngomong apa. "Ng.... ng.... aku.... bbbaaa.....iii...kkk sekali. kamu... aaapppaaa.. ka-bbaa-rr?" jawabku seperti itu, ya seperti orang yang gugup. tapi jujur aku memang gugup. 
   sejak saat itu aku jadi akrab sama Nathan. hehe....

  THE END
HEHEHE... MAAF PAKAI BANGET. kalau cerita aku singkat pakai banget. ah kata-kataku mbulet. kayak puisi bersajak ya "Banget, Banget, Mbulet".  dan sorry kalau memang ada kesamaan dengan cerita-cerita anda semua. terima kasih.

SALAM DARI PENULIS BEST SELLER :p

Wednesday, June 12, 2013

like a bullshit

     seandainya setiap orang itu bisa ngerasain apa yang di rasain orang lain pasti enak. dulu, waktu kecil aku sering berpikir bahwa ibu atau ayahku itu bisa tau apa yang sedang aku omongin dalam hati atau yang sedang aku pikirkan di  otak. tetapi pernyataanku itu salah besar. ternyata mereka jelas banget nggak bisa tau apa yang aku rasain atau yang aku pikirin. ah biasalah, pemikiran anak kecil. sedikit konyol tapi seru :))
     Hm,.... dulu aku sering berpikiran, bahwa kita hidup di dunia itu saling melengkapi satu sama lain. jadi maksudnya adalah, saat kita merasa sendirian itu sebenarnya kita nggak sendirian, dan ketika kita meninggal nantinya, kita itu di temenin sama orang-orang terdekat kita. jadi saling melengkapi. wajarlah pemikiran anak kecil, umurnya masih 7 tahun. satu lagi pemikiranku yaitu, nantinya kita itu meninggal secara berurutan. dari yang tua misal umurnya 90 tahun, nah nantinya itu kita juga bakalan meninggal pada umur 90 tahun, jadi umurnya sama semua. maka dari itu yang sudah tua mati duluan. Ng....... mungkin kalian bakalan mikir dulu kali ya! kenyataannya nggak kayak gitu tau! itu hanya pemikiranku waktu aku masih kecil. tapi sekarang jelas sudah beda.
   
     ini pemikiran baru aku: kenapa kita kok dituntut harus dapat nilai bagus? sebenarnya nilai ulangan itu untuk apa? nilai ulangan kan cuma untuk mengetahui sejauh mana kita mengerti tentang pelajaran yang sudah kita dapat. tetapi kenapa kalau nilai ulangan kita jelek kok kita minder? kok kita malah dimarahin sama orang tua kita? aku pernah denger pernyataan salah satu sahabat ku SD. kalau dapat nilai jelek dia selalu dimarahi, maka dari itu cara yang paling mudah untuk mendapatkan nilai ulangan yang bagus hanyalah dengan mencontek. Yup, itulah yang dia lakukan. hingga aku terjerumus ikut-ikutan dia. tapi hal ini hanya terjadi saat kita kelas 3. itu yang paling FRONTAL! dia pernah bilang ke aku begini, "Nggak apa kan kalau nyontek demi kebaikan."
     Kebaikan? kebaikan apanya? yang namanya nyontek dimana-mana itu nilainya BURUK lah. nggak ada yang baik. aneh memang. makanya sekarang ajang menyontek itu populer banget di Indonesia. hahaha,..... <<------ GILA
     
     pemikiran kedua, kenapa ya. kebanyakan sahabat-sahabat aku di SMP ini banyak yang nggak suka sama pelajaran seni musik? mungkin karena gurunya ya! iya mungkin. padahal bagiku musik itu seru loh :)) waktu kita bosan, sedih, senang. paling enak dan nyaman ya hanya mendengarkan musik. kan pendapat orang berbeda-beda ya! jadi nggak bisa di paksain. okey! 
     
WAH TERIMA KASIH KAWAN! SUDAH BACA ARTIKEL AKU, SEMOGA BERMANFAAT! 
"Berimajinasilah seperti anak kecil, karena menjadi anak kecil itu benar-benar menyenangkan, kamu bisa mengungkapkan ekspresimu sebebas mungkin, sesuka kamu. tidak kenal takut dan malu" 

Wednesday, May 8, 2013

imajinasiku

aku menelusuri imajinasiku
melihat betapa indahnya dunia ini
saat aku tersadar
aku baru mengerti
dia tidak ada disini
aku sendiri terdiam berimajinasi
melihat namamu di jendelaku
melihat wajahmu diangkasa

kau membuatku bingung
kau tersenyum begitu indah padaku
kau menatapku dengan tatapan aneh
aku bingung melihatmu
melihat sikapmu
tetapi aku menyadarinya dari awal
agar tidak sakit diawal
itu tidak ada arti
sikap konyolmu itu tak berarti apapun

imajinasi, imajinasi
aku terlalu senang berimajinasi
hingga aku tak peduli itu mungkin terjadi
atau tidak
aku tak peduli
aku terkendali imajinasiku
imajinasi yang tidak bisa kulawan
imajinasiku terlalu kuat mengendalikanku
imajinasiku, imajinasiku


nobody know

today....
i walk in to your sit
i stand up in front of you
not speak, not tell
you look at me, i look at you back
i can't stay to look at you
cause i can't read what you thinking now
i left you now, you left me now
you look at me like you read me
but you can't read me
cause', i feel i'm confused now

i run to my place
don't care about you, don't care anything
i feel alone now,
you make me confuse, you make me feel crazy
i don't care about you now, about everything
now i'm standing alone look at my watch

you look at me, i look at you back
i look at you, you look at me back
this is so complicated
and i feel stupid now, stupid and stupid.
Nobody know about this
nobody know except me and god
nobody know about me
nobody know, nobody

i sit on park desk near fountain
with a book in my hand.
and you sit on other park desk not far from my desk
with a book in your hand
i don't care you, you don't care me
you sit alone, i sit alone too
it's fair, it's same, not unfair.
no talk, no turn
i focus in my book, and he also
my head and my heart collide
and he not care


i run to my place
don't care about you, don't care anything
i feel alone now,
you make me confuse, you make me feel crazy
i don't care about you now, about everything
now i'm standing alone look at my watch


you look at me, i look at you back
i look at you, you look at me back
this is so complicated
and i feel stupid now, stupid and stupid.
Nobody know about this
nobody know except me and god
nobody know about me
nobody know, nobody





Saturday, May 4, 2013

Buku Baru terbitan Bentang

Persiden
Penulis: Wisran Hadi
Penyunting: Dhewiberta
Penerbit: Bentang Pustaka
Jumlah Halaman: 396 halaman
Harga: Rp.64000
ISBN: 9786028811392

-----------------------------------



Seberapa lama kita bisa menanggung sebuah rahasia memalukan?
Tak ada yang tahu mengapa Cik Inan mendadak berubah sikap, termasuk keempat saudara lelakinya. Penasaran, mereka berusaha mencari tahu penyebabnya.
Namun, tak pernah terbayang jika rahasia Cik Inan akan menyeret mereka ke masalah yang lebih rumit. Bukan hanya menyangkut kelangsungan rumah bagonjong peninggalan leluhur mereka, tetapi juga nama baik dan terutama rahasia-rahasia konyol yang tersembunyi rapat-rapat selama ini.
Persiden, salah satu karya unggulan DKJ 2010. Melalui pergulatan sebuah keluarga di simpang Persiden, Wisran Hadi berusaha menyampaikan konflik tradisi yang terjadi di Sumatra Barat. Kental dengan nuansa Minangkabau, novel ini menggugat polah tingkah kita sehari-hari.


-----------------------------------



TENTANG PENULIS
Wisran Hadi lahir di Padang 27 Juli 1945. Nama HADI kependekan dari nama ayahnya HAJI DARWAS IDRIS, Imam Besar Masjid Raya Muhammadiyah Padang. Meskipun mengawali perjalanan kariernya dari dunia seni lukis, Wisran Hadi lebih banyak dikenal sebagai seorang budayawan dan banyak menulis karya sastra. 

Beberapa karyanya antara lain Tamu, Orang-orang Blanti, Imam, Negeri Perempuan, Dari Tanah Tepi. Selain novel, Wisran Hadi juga menulis naskah drama. Sejumlah judul telah pula dibukukan, antara lain Empat Sandiwara Orang Melayu, Empat Lakon Perang Paderi, Wanita Terakhir (Puti Bungsu), Anggun Nan Tongga. Cerpen-cepennya diterbitkan ke dalam dua antologi: Daun-daun Mahoni Gugur Lagi  dan Guru Berkepala Tiga. Adapun kumpulan puisinya diterbitkan dengan judul Simalakama

Kualitas karya-karyanya tak perlu diragukan. Terbukti dari berbagai prestasi yang diraihnya. Selama lima tahun berturut-turut (1976-1980), menjadi pemenang Sayembara Penulisan Drama Indonesia oleh Dewan Kesenian Jakarta, dan kembali mengulanginya di tahun 1987 dan 1992. Tamu dinobatkan sebagai novel terbaik (Buku Utama) oleh IKAPI dan Dept. P dan K Jakarta, Jalan Lurus menjadi buku drama terbaik dalam Pertemuan Sastrawan Nusantara dan Mendapat Hadiah Sastra 1997 oleh Pusat Pengembangan Bahasa, Dept. P dan K Jakarta. Tak ketinggalan, Empat Sandiwara Orang Melayu mendapat hadiah sebagai buku drama Indonesia terbaik oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 2000 dan dipilih pula menjadi buku bacaan pelajar. 


wah kayaknya bukunya menarik deh, jadi pingin beli. tapi kantong lagi kering -___-

House section

Stair in my house. FISH EYE EFFECT

Love Sign. Bulb Effect

Allah sign. kebalik. teknik bulb

Flower light

I don't  know what is this

Friday, May 3, 2013

20 lagu enak


  1. you belong with me - Taylor Swift
  2. we are never ever getting back together - Taylor Swift 
  3. back to december -Taylor Swift
  4. Amazing - Westlife
  5. When you looking like that - Westlife
  6. us against the world - westlife
  7. i almost do - Taylor Swift
  8. 22 - Taylor Swift
  9. the story of us - Taylor Swift
  10. Perfect - Simple plan
  11. Heart Like Stone - Greyson Chance
  12. light up the dark - Greyson chance
  13. Take my heart - Greyson chance
  14. Tickets - Maroon 5
  15. Daylight - maroon 5
  16. give a little more - maroon 5
  17. wake up call - maroon 5
  18. Lucky Strike - maroon 5
  19. heart attack - one direction 
  20. heart attack - demi lovato
kalau ingin download ini aku kasih linknya ya!
  1. http://www.4shared.com/get/dYPFurth/06_-_you_belong_with_me.html
  2. http://mp3skull.com/mp3/we_are_never_ever_getting_back_together.html
  3. http://www.4shared.com/get/NMJHjBbS/Back_To_December.html
  4. http://www.4shared.com/get/4oJfmjkr/amazing-_westlife.html
  5. http://www.4shared.com/mp3/kSujlCFb/west_life_when_you_lookin_like.htm
  6. http://www.4shared.com/get/W3eZpIgl/Westlife_-_Us_Against_The_Worl.
  7. http://mp3skull.com/mp3/taylor_swift_almost.html
  8. http://mp3skull.com/mp3/22_taylor.html
  9. http://www.4shared.com/get/K2H9tAYs/07_The_Story_of_Us.html
  10. http://www.4shared.com/get/YwOoPHAc/Simple_Plan_-_Perfect.html
  11. http://www.4shared.com/get/JlOsx0c1/greyson_chance_-_heart_like_st.html
  12. http://www.4shared.com/get/udO5Yim4/light_up_the_dark_greyson_chan.html
  13. http://www.4shared.com/get/Jp9uUp5r/greyson_chance_-_take_my_heart.html
  14. www.youtube.com/watch?v=ZryMUXhHXc8
  15. http://mp3skull.com/mp3/daylight_maroon5.html
  16. http://www.4shared.com/get/aautkeG5/Maroon5_-_Give_A_Little_More.html
  17. http://www.4shared.com/get/VSrGWxUS/04_wake_up_call_-_marron_5.html
  18. http://www.4shared.com/get/S2HlwJKt/Lucky_Strike.html
  19. http://mp3skull.com/mp3/heart_attack_one_direction.html
  20. http://www.youtube.com/watch?v=AByfaYcOm4A
semoga kalian juga senang. :)) have fun

Flower in my garden

orchid

cactus

Orchid

cactus

Sastra

sangat fantastic ya. eits... ini gue ambil dari saatini.com
i think photography is amazing

oh yeah

kid's imagination

ini tentang penjajahan, memanipulasi, kebohongan, kebodohan, dan keanehan setiap orang.
ya Aneh!
1.oke...  menurutmu, benar nggak kata-kata ini "Mencontek itu, berbohong demi kebaikan" ? kalau  menurutku sih enggak ya. masak mencontek itu berbohong demi kebaikan. hahhahahahahaha.... ngakak banget lah yaw!

2. menurutmu, teknologi yang ada di IRON MAN itu keren nggak? kalau aku sih iya, sampai-sampai aku bikin imagine, gimana kalau seandainya aku bisa bikin teknologi itu, pasti keren *yangkumaksud JARVIS*

3. menurutmu seni melukis pasir itu bagus nggak? kalau aku. iya

4. seneng nggak kalau di bohongi sama orang? apalagi sama orang yang kamu sukai? aku enggak suka. karena dibohongi itu nggak enak. akhirnya pasti kecewa. kenapa dulu gue percaya sama dia. haha

5. memanipulasi sih boleh boleh aja, contohnya memanipulasi foto di photoshop gitu. tapi kalau memanipulasi hati kemungkinan itu akan berakhir um... aneh, um... bodoh bisa-bisa. ya terserah kalian sih mau apa.

6. ini posting nggak jelas banget. aku juga bingung mau nulis apa, asal aja deh.

7. pernah nggak kalian punya teman yang nggak suka berimajinasi diluar batas kemampuan kita? maksudnya, dia nggak berani berimajinasi yang nggak mungkin terjadi di dunia nyata.

8. satu lagi, ini adalah planet Star Light milikku. any problem? i dont care about it.

Salam pemimpin STAR LIGHT,

thank you

Saturday, April 20, 2013

The Story of us - by Dewi Ariyati


                   Aku berjalan menelusuri lorong sekolah baruku. Rasanya asing jadi murid baru, baru pertama kali ini aku jadi murid pindahan. Dulu aku sekolah di Jakarta, dan sekarang aku harus pindah sekolah ke Surabaya. Biasanya di Jakarta aku kan ngomong Lo gue Lo gue. Dan kalau ngomong aku kamu di Jakarta pasti kesannya kita di kira pacaran. Tapi di Surabaya kali ini beda, kalau aku ngomong Lo gue jadinya di kira sok gaul. Dan kalau aku ngomong aku kamu, itu kayak terlalu berbahasa Indonesia. Jadinya harus ngomong kon aku tapi aku nggak bisa. Bahasa jawa aja aku nggak tau. Gimana mau ngomong kon aku?
                Ketika aku berjalan mencari ruang kelasku, aku merasa aneh. Karena setiap aku lewat pasti anak-anak di sekolah pada ngelihatin aku. Tetapi aku tidak menghiraukan mereka, aku tetap berjalan mencari ruang kelasku. Tapi aku lupa aku masuk kelas apa ya? akhirnya aku berlari menuju ruang guru untuk bertanya sama guru yang ada.
                “Permisi, Bu! Saya anak baru, ruang kelas saya dimana ya?” tanyaku sopan.
                “Oh, kamu Nabila ya? kebetulan saya wali kelas kamu. Saya bu Andre, mari kamu ikut ibu aja!” jawab bu Andre dengan senyuman berlesung pipit.
                Aku dan bu Andre berjalan menuju ruang kelas baruku. Sembari bel masuk berbunyi. Kemudian speaker di depan kelas berbunyi, “Mari kita berdoa sebelum kita memulai pelajaran!”
                “Kita berhenti sebentar ya! berdoa dulu” Ujar bu Andre.
Aku mengangguk.
                Setelah berdo’a selesai, kami berdua memasuki ruang kelas. Semua murid yang ada di kelas baruku melongo melihatku. Lah, kenapa? Ada yang salah sama aku? Aku melihat diriku sendiri dari kaki hingga atas kepalaku. Perasaan nggak ada yang aneh sama aku.
                “Nab, kamu perkenalkan dirimu dulu!” perintah bu Andre.
                “Hai, teman-teman” kataku mengawali perkenalan dengan semua yang ada di kelas. “Nama gue Nabila Angraeni, lo semua bisa manggil gue Nabila. Gue pindahan SMP Nusa Bakti Jakarta. Salam kenal!”
                “Hah? Gue? Lo? Oala.....” sahut salah satu anak yang ada di kelas itu.
                Lalu bu Andre menyuruh diam semua anak. karena setelah ada yang berkata begitu kelas jadi ribut. Karena Cuma ada 2 bangku yang kosong, aku duduk disitu, sendirian. Tak ada teman.
                “Hai, nama kamu siapa?” tanyaku kepada anak yang ada di depanku.
                “Sekarang kamu, tadi kok lo gue loh?” jawab anak itu ketus.
                Aku menurunkan tanganku yang tadinya menyentuh pundaknya. Aku menggeleng padanya. Kayaknya semuanya pada benci sama aku. Aku menoleh ke arah salah satu anak cowok yang ada di dekat jendela. Nggak sengaja kami bertatapan. Tetapi dia sedang mengobrol degan teman-temannya.
                Bu Andre membiarkan kami ramai sejenak. Dan seketika itu kelas menjadi hening nggak ada suara.
                “Baiklah, semoga kalian dapat berteman baik dengan Nabila ya! hari ini kalian bebas mau ngapain, tapi nggak boleh keluar kelas!” ujar bu Andre. “Oh ya, Nabila, saya guru musik disini.” Lanjutnya sembari menoleh kearahku, lalu meninggalkan kelas.
                Aku tersenyum senang. Aku senang karena ternyata wali kelasku sendiri itu guru musik. Aku jadi murid baru di sekolah ini ketika memasuki semester kedua kelas 10. Masih baru SMA ya.... hehe....
                Tiba-tiba anak yang di depanku tadi mengajakku bicara. “Eh, siapa nama kamu? Nabila ya? di pelajaran musik ini kita ada ensamble loh, tau nggak? Disini ada 3 kelompok, terserah kamu mau masuk kelompoknya siapa. Kalau bisa sih jangan masuk kelompokku ya! namaku Fika.” Ujar Fika.
                “Ya, aku tau kok ensamble itu apa.” Jawabku singkat.
                Setahuku ya, kalau anak baru itu biasanya langung di geromboli sama anak-anak satu kelas, karena penasaran. Tapi kalau ini kok enggak ya? aneh. Aku berdiri dan mencoba bergaul dengan anak-anak yang ada di dekat bangku anak cowok yang bertatapan denganku tadi.
                “Hai, seni musik ada ensamble ya? kalau boleh aku masuk kelompok kalian deh.” Sahut ku di tengah pembicaraan mereka.
                “Ummm... kalau kita sih terserah, coba kamu tanya aja sama cowok-cowok di belakang kita. Dia juga kelompok kita. Ketuanya itu loh yang nyenden di dekat jendela. Oh ya, aku Diana. Salam kenal ya, Nab!” jawab Diana dengan tersenyum.
                Diana sedikit ramah. Nggak kayak anak yang ada di depanku tadi. Kemudian aku berpindah tempat ke anak-anak cowok yang sedang mengobrol. “Um..... katanya seni musik ada ensamble aku boleh gabung sama kelompok kalian nggak?” tanyaku pada mereka.
                “Kalau kita ya, terserah-terserah aja sih. Nggak tau lagi sama Reno pak ketua.” Jawab salah satu dari ke lima cowok yang ada di situ. “Aku Dean.”
                “Oh, okay! Reno yang mana?” tanyaki sedikit bodoh.
                “Itu, yang menyenden di dekat jendela. Aku David.” Jawab David sambil memperkenalkan diri.
                “Nggak bisa. Aku nggak mau ada anak yang nggak suka musik masuk ke kelompok kita. Percuma!” jawab Reno ketus.
                Aku melongo melihat jawaban Reno. Ih, jahat banget. Ternyata anak yang bertatapan sama aku tadi sifatnya angkuh. Nyesel aku.
                “Emang kamu tau dari mana?” balasku kembali ketus.
                “WAJAHMU, orang JAKARTA!” jawab Reno dan segera pergi meninggalkan bangkunya.
                “Woy Ren. Kemana?” tanya David.
                “Kamar mandi!” jawab Reno singkat.
                Dia benci aku ya, kok sampai sebegitunya? Yaasudahlah aku ke kelompok lain aja deh. “Eh, tunggu-tunggu.” Ujar Fred sembari memegang tanganku erat sesaat setelah aku berniat berpaling dari tempat duduk mereka.
                “Kamu suka musik? Kalau iya, kamu buktikan sama Reno kalau kamu memang bisa. Terserah kamu mau drama atau apa. Reno orang nya memang gitu. Sulit menerima orang baru di kelompoknya. Tapi dia termasuk gitaris kece di kelompok kami. Jadi kamu ikut kelompok kita aja, nggak apa” jelas Fred.
                Aku mengernyitkan dahi. Dan Fred mengangguk dengan pasti. “Okelah, kalau boleh sih, ya nggak apa!”
                                                ************
                Aku mendengar suara orang marah-marah di kelas. Setelah aku datang semuanya terdiam. “Fred! Awas kamu!” ancam Reno lalu bergegas meninggalkan ruang kelas.
                Aku terdiam melihatnya keluar kelas dan pergi entah kemana. Fred menatapku dengan mata mengeluh. Pasti mereka bertengkar gara-gara aku.
                “Eh, Nabila! Kamu dengerin aku ya! KAMU ITU PEMBUAT MASALAH! DENGAN MASUK DI KELOMPOKNYA RENO! GARA-GARA KAMU, RENO SAMA FRED YANG AWALNYA BERTEMAN BAIK, SEKARANG JADI MUSUHAN!” sahut Fika dengan nada marah, lalu lagi-lagi dia pergi dari kelas.
                Aku bingung, apa yang harus aku lakuin. Sepertinya aku Cuma pembawa masalah di kelas ini. Mereka semua nggak ngerti aku.
                Dan kebetulan hari ini adalah pelajaran olahraga. Aku senang karena materi hari ini adalah BASKET. Yihaa..... dulu waktu SMP aku kapten basket sekolah loh.. *Sombong*
                “Baik anak-anak, saya dengar ada murid baru ya?” tanya guru olahraga.
                “Iya paaakkkk!” semua anak menjawab, kecuali golongan Fika, dan Reno seorang.
                “Mana? Coba angkat tangan!” perintah guru olahraga.
                Aku mengangkat tangan. Kemudian guru itu menyuruhku ke depan. Dan aku mengikuti perintahnya.
                “Kamu belum tau nama saya kan? Saya Pak Arif. Saya guru olahraga sekaligus ekskul basket. Sekarang saya mau tes kemampuan basket kamu!” ujar pak Arif.
                yes . pikirku. Aku bisa buktikan ke Reno kalau aku bukan cewek yang harus direndahkan. Jujur aku baru tau sekarang, kenapa anak-anak pada benci sama aku. Aku lupa kalau setiap ke sekolah aku selalu memakai kacamata yang besar, dan itu membuatku terlihat culun. Gayaku pun menyertaiku. Aku lagi bergaya culun kalau di sekolah. Tapi sebenarnya aku nggak culun kok. Aku cuman drama, biar tau siapa yang benar-benar bisa jadi teman sejatiku, tapi nyatanya nggak ada.
                Pak Arif memberiku bola basket melemparkannya dengan gaya chest-pass. Dan aku berhasil menangkap bola itu. Tapi nggak ada satu pun anak yang terkejut. Mungkin bagi mereka menangkap bola adalah hal yang bisa dilakukan oleh semua orang.
                Pertama-tama, pak Arif menyuruhku men-dribble bola. Pura-pura nggak bisa atau bisa aja ya? bisa aja deh, entar malah banyak yang nggak suka sama aku karena drama bodoh ku ini.pikirku.
                “Woy buruan, nggak bisa ya? masak nge-dribble aja nggak bisa?” sahut Reno mengejekku. Karena aku nggak segera men-dribble­  bola itu.
                Aku melirik sinis kearah Reno. Lalu aku mulai men-dribble nya. Reno terkejut dan berbisik ke teman sebelahnya, tepatnya David sambil nunjuk aku. “Leh, arek iku isok, Vid! Kirakno gak isok!” seru Reno.
                Aku diam saja melihat mereka menertawakanku. Kemudian pak Arif menyuruhku lay-up. Nah ini bagian yang kusuka dari basket. Aku serasa bisa terbang kalau lagi lay-up.
                “Culun mana bisa LAY UP??” sahut Fika sinis.
                “Fika! Jaga omonganmu!” sentak pak Arif.
                Aku mencoba melakukan lay-up. Dan melirik ke arah Reno melihat matanya yang seperti mengatakan. “Mundur aja deh. Kamu loh culun! Nggak usah sok sok bisa!”
                Tapi nggak ada yang tau kalau dulu aku itu kapten tim basket. Jadi silahkan aja tertawa sesuka kalian. Toh, nyatanya aku bisa main basket. Dan layup ku kali ini adalah layup yang terindah sepanjang sejarah aku main basket.          
                Sekali lagi aku berhasil membuat Reno terkejut. Hihihi...... lihat aja nanti.
                Pelajaran olahraga hari ini sangat menyenangkan bagiku. Timku berhasil menang dari tim Reno. Sang kapten basket sekolah, yang aku baru tau setelah aku mengalahkannya. Ceritanya, mainnya ini cewek lawan cowok.   
                “Gila, ternyata Nabila itu bisa main basket! Masa dia bisa ngalahin Reno sih.!” Ujar Gerald.
                Reno tersenyum kecut.
                Reno dan kawan-kawannya dijuluki 5 sekawan. Karena memang dia dan sahabat-sahabatnya ada 5 orang. Yaitu, Reno, Gerald, David, Fred, dan Dean. Mereka nggak pernah bisa di lepaskan.
                Setelah olahraga, kami kembali melanjutkan pelajaran. Yaitu pelajaran Bahasa Inggris. Di sela-sela Miss Helena menerangkan, aku menatap ke arah Reno yang menurutku dari tadi melihatku. Dengan tatapan mata yang tajam, datar, mengeluh, marah, pokoknya campur-campur deh. “Reno! Coba jelaskan apa yang saya terangkan tadi! Jangan lihat ke arah Nabila terus dong!” sahut Miss Helena yang mengetahui Reno melihatku.
                “Mana mungkin Reno ngelihatin Nabila, paling-paling sebenarnya dia ngelihatin aku!” bisik Fika ke teman sebangkunya, Rara. Yang kemudian diikuti Rara dengan menatapku sinis.
                “Maaf..... Miss! Tapi saya tadi tidak mendengarkan!” Jawab Reno ketakutan.
                “Saya nggak mau tahu. Pokoknya kamu harus menjelaskan apa yang saya terangkan.”
                Reno berjalan maju kedepan kelas dengan muka lusuh. “Ada yang mau membantu?” tanya Miss Helena.
                Fika mengangkat tangannya. “Saya dengan senang hati membantu Reno bu!” jawab Fika.
                “Kamu? Um..... tapi kamu tadi mendengarkan! Lebih baik Nabila saja yang dari tadi juga melihat ke arah Reno.” Ujar Miss Helena.
                “WHAT THE HELL?” kataku kaget. Disertai dengan ledakan tawa satu kelas. “Kok aku sih, Miss?” lanjutku.
                “Ya, karena kamu dari tadi nggak fokus.”
                Akhirnya aku maju dengan berat hati dan menjelaskan semua yang diterangkan Miss Helena.
                “Huh, Nabila lagi, Nabila lagi....” gumam Fika.
                Reno melongo melihatku menerangkan semua yang sudah di jelaskan Miss Helena. “Eh, bukannya kamu dari tadi ngelihatin aku? Tapi kok kamu bisa jelaskan semua yang sudah di jelaskan Miss Helena?” tanya Reno.
                Aku menutup spidol papan tulis yang kupengang. Melepas kacamataku lalu menjawab, “Lagian, siapa yang ngelihatin kamu? Aku loh ndengerin Miss Helena. Miss Helena aja yang ngirain aku ngelihatin kamu. GR!”
                “Tapi tadi aku juga lihat kalau kamu ngelihatin aku?” tanyanya lagi. Tapi aku keburu duduk dibangku ku .
                Miss Helena diam saja lalu menyuruh Reno duduk.
                                                                *********
                2 bulan telah berlalu, aku dan Reno tetap bermusuhan. Dan hari ini adalah jadwal ulangan ensamble. Bu Andre menyuruh kami berkumpul di ruang musik.
                “Ya, hari ini kita ulangan ensamble ya! sudah siap kan?” tanya bu Andre.
                Kami mengangguk.
                Kelompokku dapat giliran ketiga, dan itu membuat kami lega. “Hei, nanti yang serius ya kalau maju.” Ujar Reno kepada kami semua.
                Kami mengangguk pasti.
                Kelompokku terdiri dari Salsa (pianika), Dea (Pianika), Fara (Recorder), Jessica (recorder), Silvi (pianika), David (Drum), Dean (pianika), Gerald (pianika), Reno (gitar), Fred (recorder), aku (recorder). “Woy, Nab! Nanti kalau maju kacamatamu lepas aja lah!” sahut Reno di tengah lamunanku.
                “Hah? Dilepas? Buat apa? Gak mau ah!” tolak ku.
                “Biar kita semua kompak nggak pake kacamata, Nabila!” jelas Reno.
                “Ekhm.... Ekhm..... ada yang pedekate nih.” Sahut Dean.
                “Hei, lo gila? Gue musuk dia bukan pacar dia!” jawabku.
                “Eh, siapa juga yang mau pedekate sama culun ini? Kakek lo?” ujar Reno.
                “Wososos! Santai mas bro mbak bro! Saya bercanda.”  Sahut Dean. Lalu melanjutkan, “BTW, Ren! Kok kamu sekarang jadi agak lembutan gitu ya? perasaan dulu kalau di gituin, muarah banget dan berniat membunuhku?”
                “Ha?” jawab Reno.
                Aku tertawa kecil. “Jangan ketawa kamu!” seru Reno marah.
                Nggak sadar, giliran kami tiba. Kami membawakan lagu Taylor Swift- you belong with me.  “Dia keren” gumamku setelah lagunya habis. Eh, kok tiba-tiba gue bilang dia keren sih? Salah.  Pikirku.
                Dikelas, “Fika mana Fika?” tanya Dean.
                “HAI AKU DISINI. Ada apa Dean?” jawab Fika dengan senyuman nggak jelas.
                Aku lagi menulis puisi di belakang tempat duduk Fika. Melihat Fika yang kegatelan itu. “Fik, Di sukai sama Reno!” jawab Dean.
                “Enggak kok Enggak!” sahut Reno dengan senyum senyum.
                Tiba-tiba dadaku terasa sesak mendengar hal itu dan melihat Reno yang sepertinya benar-benar suka Fika. Aku melihat ke arah Reno, dan Reno menatapku balik. Apa mungkin ini........ enggak enggak, nggak mungkin. Nggak mungkin aku suka sama Reno. Tak lama kemudian bel istirahat berbunyi.
                Aku berlari keluar kelas, menuju ruang guru. Dan meminta izin kepada bu Andre untuk meminjam Piano di ruang musik, dan bu Andre mengizinkannya.
                Aku segera pergi ke ruang musik untuk bermain piano. Aku memainkan lagu Taylor Swift – you belong with me. Dengan menyanyikan liriknya.

You're on the phone with your girlfriend, she's upset
She's going off about something that you said'
Cause she doesn't get your humor like I do
I'm in the room, it's a typical Tuesday night
I'm listening to the kind of music she doesn't like
And she'll never know your story like I do
But she wears short skirts, I wear T-shirts
She's Cheer Captain and I'm on the bleachers
Dreaming about the day when you wake up and findThat what you're
 looking for has been here the whole time
If you could see that I'm the one who understands you
Been here all along, so why can't you see?
You, you belong with me, you belong with me

Walking the streets with you and your worn-out jeans
I can't help thinking this is how it ought to be
Laughing on a park bench, thinking to myselfHey, isn't this easy?

And you've got a smile that could light up this whole town
I haven't seen it in a while since she brought you down
You say you're fine, I know you better than that
Hey, what ya doing with a girl like that?
She wears high heels, I wear sneakers
She's Cheer Captain and I'm on the bleachers
Dreaming about the day when you wake up and find
That what you're looking for has been here the whole time
If you could see that I'm the one who understands you
Been here all along, so why can't you see?You belong with me

Standing by and waiting at your back door
All this time how could you not know?
Baby, you belong with me, you belong with me

Oh, I remember you driving to my house in the middle of the night
I'm the one who makes you laugh when you know you're 'bout to cry
And I know your favorite songs and you tell me 'bout your dreams
Think I know where you belong, think I know it's with me

Can't you see that I'm the one who understands you?
Been here all along, so why can't you see?
You belong with me

Standing by and waiting at your back door
All this time, how could you not know?Baby,
 you belong with me, you belong with me

You belong with me
Have you ever thought just maybe
You belong with me?
                Aku nggak menyadari kalau aku menangis, mataku mengeluarkan air mata. Aku kenapa? Kenapa aku begini. Aku menutup piano itu. Dan duduk sebenta di depannya. Menangis dan nggak berhenti. Aku menangis kenapa? Nggak mungkin hanya karena dengar Reno suka sama Fika.
                Aku mengusap air mataku dan bergegas pergi meninggalkan ruang musik. Ketika aku sampai di depan kelas aku di cegat sama Reno, aku menatapnya heran. “Kamu tadi yang main piano di ruang musik kan?” tanya Reno.
                Aku menggeleng, dan segera melewatinya. Tetapi Reno mengikutiku. “Jawab aja apa susahnya sih, Nab?” tanya Reno lagi.
                Tetapi aku tetap merunduk, meletakkan kepalaku di atas meja. “Haduh, Reno! Kamu kan udah jadi pacar aku. Jadi kamu nggak boleh deket-deket sama dia dong.!” Sahut Fika yang tiba-tiba datang.
                Kemudian Reno meninggalkanku. Dan pergi dengan Fika.
                Aku nggak tau apa yang terjadi hari ini. Kenapa aku menangis saat aku mendengar Reno suka Fika. Aku mengambil gitar di kamar adik, kebetulan gitarku tadi di pakai sama dia. Dan lagi-lagi aku memainkan lagu YOU BELONG WITH ME. Ketika aku keasyikan memainkan lagu itu. Telponku berdering. “Halo, ada apa Sal?” tanyaku di telpon. Ternyata yang menelpon Salsa.
                “Nab! Kita hangout ya. aku mau cerita nih! Aku boleh kerumahmu kan sekarang?” jawab Salsa
                “Um.... iya!”
                Kemudian Salsa menutup telpon.
                Tak lama kemudian Salsa datang sendirian. Masuk ke kamarku. “Haduh,,,,, Nab!!” kata Salsa mengeluh.             
                “Ada apa, Sal?” tanyaku.
                “Reno kok bisa sih jadian sama Fika?” jawab Salsa.
                Aku menggeleng dan seketika mukaku berubah menjadi kusut.
“Eh, kamu megang gitar btw, kamu bisa main gitar?” tanya Salsa.
                “Ya, bisa sih!”
                “Terus kenapa kamu nggak main gitar aja pas ensamble kemarin?” tanya Salsa.
                “Aku males” jawabku singkat.
                “Hey, perasaan gayamu nggak culun deh kalau dirumah? Dan cara bicaramu juga biasa?” tanya Salsa lagi.
                “Oke, aku mau cerita. Tapi kamu janji ya jangan bilang ke siapa-siapa.”
                Salsa mengangguk.
                “Sebenarnya, aku itu memang nggak culun.” Salsa terkejut. “Aku itu Cuma drama. Maaf, Sal! Aku drama soalnya aku pengen punya temen yang bener-bener baik. Nggak cuman manfaatin aku.” Jelasku. “Dulu waktu SMP, aku punya teman. Ya kayak kalian gitu. Tapi, mereka cuman manfaatin aku doang.”
                “maksudnya?” tanya Salsa.
                “Jadi, dulu aku itu famous lah di sekolah. Bukannya sombong loh ya! dulu aku itu kapten tim basket sekolah, dan aku juga gitaris band sekolah. Dan aku itu dulu suka nulis lagu. Tapi setelah lama, aku baru tau kalau teman-temanku itu hanya manfaatin famousku, biar mereka bisa famous juga. Terus mereka juga mencuri laguku dan ngaku kalau itu dia yang mengarang. Munafik banget nggak sih?”
                “Iya, sih! Kok gitu temanmu?”
                “Aku sendiri nggak tau.”
                Kemudian Salsa terdiam sejenak, “Sal, kamu suka Reno ya?” tanyaku.
                “Hah? Ya enggaklah. Jujur deh, Nab! Aku itu nggak suka Reno. Cuman aku heran aja sama anak itu. Perasaan dia nggak suka cewek yang kayak Fika. Tapi kok tiba-tiba dia suka.” Jawab Salsa.
                “Lalu?”
                “Kamu mungkin yang suka sama Reno?” tanya Salsa balik.
                “Apa?? Kamu gila? Dia kan musuhku...” jawabku.
                Salsa menatap mataku dalam-dalam. “Nggak usah pake bohong, Nab! Matamu bilang kamu suka dia kok. Dan aku tau, kemarin kamu nangis kan di ruang musik?” tanya Salsa lagi
                Aku menggeleng. Salsa tersenyum.
********
                Fika adalah kapten cheerleaders di sekolah. Dia memang lebih keren dari aku. Tapi aku pikir dia nggak lebih baik dari aku.
                “Nab!” panggil seseorang di sampingku.
                “Apa?” tanyaku.
                Reno menggeleng. Lalu pergi meninggalkanku sendirian.
                 Hari ini papa ngajak aku jalan-jalan keliling kota. Dan ketika hendak pulang tiba-tiba rem mobil papa blong. Dan akhirnya kami menabrak pohon. Kepala papa berdarah. Begitu juga dengan hidungku. Aku mimisan.
                Setelah itu aku nggak tau apa yang terjadi, tetapi aku sudah berada di rumah sakit dengan Reno yang duduk di sampingku.
                Aku terkaget, dan segera berdiri dari ranjangku. Mengusap wajahku, “Reno?? Kok kamu ada disini?” tanyaku.
                “Syukurlah kamu sudah sadar, kalau begitu aku pulang dulu ya!” jawab Reno.
                “Loh Ren! Kamu belum jawab pertanyaanku,” seruku.
                Tapi dia tetap meninggalkanku dan sebelum ia menutup pintu kamar rumah sakit ku ia tersenyum kecil.
                Reno berjalan melewati jembatan dan berhenti sejenak. Kemudian ia melemparkan kapal-kapalan dari kertas ke sungai itu. Kemudian meninggalkan jembatan tersebut untuk segera pulang.
                Tak disangka, Salsa menemukan kapal tersebut, lalu mengambilnya. Dan membukanya menjadi selembar kertas berisi tulisan.
Dear Nabila,
                Cepet sembuh ya! aku menunggumu untuk kembali ke sekolah. Dan aku beritau ke kamu kalau aku sudah putus sama Fika sejak aku tiba-tiba memanggilmu lalu ketika kamu tanya apa, aku menggeleng dan pergi meninggalkanmu. Aku nggak tau kenapa, akhir-akhir ini aku sering memikirkanmu. Salsa cerita sama aku, katanya kamu nangis gara-gara aku jadian sama Fika ya? aku minta maaf  soal itu, Nab!
                Siapapun yang menemukan surat ini, kumohon jangan beritau ke Nabila. Makasih. RENO.
                “Bener kan dugaanku.” Gumam Salsa setelah membaca surat itu.
                Keesokan harinya aku mulai masuk sekolah. Dan semua anak di kelas menyambutku dengan gembira. “Selamat datang kembali di sekolah, Nabila!” ujar Salsa.
                Aku tersenyum.
                “Woy, buat apa sih ini ? nggak guna!” Sahut Fika sinis. “Eh, ntar malem aku ngadain pesta prom night. Pada dateng ya! harus pake gaun buat yang cewek, yang cowok terserah.” Lanjut Fika.
                “Prom night?” gumamku.
                Reno tanya ke aku lewat secarik surat. Kamu datang?  Lalu aku membalas, kayaknya enggak, aku ada acara malam ini. Tak lama kemudian ada balasan lagi dari Reno. Wish you were! . maksudnya apa? Kemudian aku membuka buku laguku yang paling akhir, dan aku melihat ada tulisan I LOVE YOU, RENO . sepertinya aku harus berpikir lagi.
                Jam menunjukkan pukul 7 malam, dan pesta prom night nya sudah dimulai. Tapi aku masih berpikir, aku datang apa enggak.
                Aku pergi ke pesta prom night, jam 7 lebih 15 menit. Dengan memakai gaun yang baru dibelikan mama kemarin. Tanpa kacamata, dan rambut yang diurai.
                Semua anak yang ada di dalam, melihatku dengan melongo. Dan aku melihat Reno berjalan kearahku sambil tersenyum. Tetapi Fika mencegahnya, “Dansa yuk, Ren!” ajak Fika.
                Aku terdiam di depan mereka. “Maaf, aku dansa sama Nabila aja. Malam ini dia cantik banget.” Jawab Reno. Kemudian ia berjalan kearahku sambil membuka secarik kertas yang bertuliskan I LOVE YOU dan menunjukkannya padaku. Kemudian aku membuka buku laguku yang paling belakang dan menunjukkannya ke Reno. Kemudian Reno tersenyum dan aku pun sama. Kami pun berdansa.
                “Untuk melengkapi acara malam ini, aku mau salah satu dari kalian untuk menyanyikan sebuah lagu di sini. Aku panggil, Nabila.” Ujar Fika yang membuka acara.
                Semuanya terpusat ke arahku yang berdiri di samping Reno. “Aku?” tanyaku memastikan. “Yap kamu!” jawab Fika.
                Huh,.... kamu udah ngerebut Reno dari aku, Nab! Kali ini aku akan membuatmu malu di depan semua anak. karena kamu nggak bisa bernyanyi ataupun bermain alat musik. Pikir Fika.
                “Harus memainkan alat musik sendiri” tambah Fika.
                Kemudian aku mengambil gitar akustik listrik yang ada di samping panggung dan membawanya ke atas panggung.
                “Aku akan menyanyikan sebuah lagu, karanganku sendiri. Lagu ini di tujukan untuk seseorang.” Kataku memberitahukan sembari tersenyum ke arah Reno.
                Aku mulai melantunkan gitar dan mulai bernyanyi,
THANK YOU FOR THIS BROKEN
When first day of school
You looked at me so serious
I dont know why
But my heart says that he’s awesome
And then, when i know your attitude
I resigned
Then we were hostile
Fight everyday, never stop
Debate everyday, never stop
I say we just a friend, you underestimate me
Because i’m an autism girl, you think
Actually i’m not, i’m normal
Like other, like other.
One day when i hear you love a cheer captain, my heart crying
My heart crying, my piano crying, my guitar crying
My heart broken, i say i hate today.
Actually i love you, but i never know if i love you
Thanks for this broken
I say thank you.
End
                Standing applause dilakukan semua anak yang ada di acara ini. Dan aku benar-benar senang hari ini. Mulai hari ini, nggak ada satu pun anak yang meremehkanku, menghinaku, memanfaatkanku. Hanya saja, Fika masih benci sama aku.
                THE END